Allah Tritunggal Adalah Bentuk Kasih-Nya pada Manusia

Mungkin banyak dari kita yang masih bingung bagaimana cara merefleksikan lebih dalam mengenai Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Atau mungkin banyak juga yang mengenal Allah Tritunggal ini dengan sebuah analogi, misalnya dengan analogi kopi 3 in 1, atau analogi telur (di mana telur terdapat kulit, kuning, dan putlh akan tetapi tiga bagian itu tetap satukesatuan yang tidak terpisah). Tentu saja analogi ini tidak bermaksud untuk menyamakan Allah dengan kopi 3 in 1 atau telur, akan tetapi menjadi sarana bagi kita untuk lebih dekat dengan Allah Yang Maha Tinggi, yang melampaui akal budi manusia.

Saya sendiri merefleksikan Allah Tritunggal ini sebagai bentuk kepenuhan kasih darl Allah sendiri yang menginginkan kita semua umat manusia mendapat keselamatan, bersatu kembali dengan-Nya. Mengapa demikian? Karena Allah Bapa terasa sangat jauh dan asing bagi umat manusia. Dapat kita lihat dalam kisah-kisah di Perjanjian Lama, umat Israel sering digambarkan berteriak-teriak dan berseru memanggil nama Allah. Tentu dalam kondisi seperti ini akan sulit bagi manusia untuk  lebih  mengenal  Allah,  mendalami  perintah-perlntah-Nya.

Dengan kepenuhan kasih-Nya, maka Allah Bapa mengutus putera-Nya (Allah Putera), Yesus untuk turun ke dunia, sehingga manusia dapat lebih mengenal pribadl Allah, dapat lebih memahami dan mendalami perintah Allah Bapa melalui Allah Putera. Tentu dengan begitu manusia dapat lebih dekat dengan keselamatan yang Tuhan janjikan pada kita. Setelah Yesus naik ke surga, kasih Allah kembali menaungi umat manusia dengan dlturunkan-Nya Roh Kudus. Roh Kudus lnilah yang berada dalam diri kita, yangmenuntun langkah hidup kita agar selalu sejalan dengan perintah dan ajaran-ajaran-Nya.

Dari refleksi di atas, saya sendiri menyimpulkan bahwa ke Tritunggalan Allah merupakan sebuah bentuk kasih-Nya pada manusia agar manusia dapat selalu sejalan dengan perintah dan ajara-ajaran-Nya, agar manusia mendapat keselamatan dan Kembali bersatu dengan Bapa.