Pelatihan Jurnalistik

Seksi Komunikasi Sosial Paroki Santo Barnabas Pamulang mengadakan pelatihan penulisan dasar untuk media komunitas yang dibawakan oleh mantan wartawan TEMPO, Ignatius Haryanto, di ruang 201 Gedung Karya Pastoral Andre Prévot pada Minggu (15/03/2020) lalu. Acara tersebut dimaksudkan untuk membekali para peserta dengan kemampuan untuk menulis dengan baik sehingga mampu menjadi pewarta kabar baik pada media yang dimiliki oleh Gereja, khususnya majalah Paras dan media online paroki.

Dalam pelatihan berdurasi 3.5 jam yang terbagi dalam 2 sesi tersebut, pengajar jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara tersebut menekankan dua jenis tulisan yang umum digunakan dalam penulisan berita dasar, yaitu jenis berita langsung atau straight news dan jenis berita berjarak waktu atau feature. Selain menguraikan panjang-lebar mengenai ciri kebahasaan dan alur penulisan yang tepat, kedua jenis berita tersebut juga dipaparkan melalui contoh yang mengutip dua surat kabar terkemuka, Koran Tempo dan KOMPAS.

Praktik Menulis dan Juaranya

Sesudah jeda makan siang berakhir, peserta diberi kesempatan selama 60 menit untuk berlatih menulis berita mengenai pelatihan tersebut untuk kemudian didiskusikan, ditelaah, dan dievaluasi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing tulisan. Semua peserta kemudian sibuk membuat tulisan dengan menumpahkan segala kemampuan yang dimilikinya.

Sesudah melalui tahapan seleksi dan penilaian, terpilih tiga tulisan terbaik, yaitu tulisan karya Christian Wibisana dari Lingkungan St. Nicolaus I, wilayah III, karya Wendee Widiantini dari Lingkungan Sta. Maria Bunda Perantara I, wilayah VII, dan karya Yustinus Indriyatmo dari Lingkungan Santa Perawan Maria wilayah IX.

Setiap peserta yang karyanya terpilih mendapatkan sebuah buku sebagai tanda terbaik dari karya tulisannya. Pemenang pertama mendapatkan buku Jurnalisme Era Digital karya Ignatius Haryanto sendiri yang diterbitkan oleh Penerbit KOMPAS. Karya tulis pemenang pertama juga diapresiasi dengan terbit dalam edisi perdana majalah PARAS yang akan diluncurkan bulan April mendatang.

Mewartakan Kegembiraan

“Tentu saja, kita yang terlibat di Komsos Paroki ini perlu memiliki kemampuan untuk menulis, terutama untuk menuliskan peristiwa-peristiwa dalam dinamika hidup menggereja. Ada banyak kegembiraan dalam pelayanan di gereja, namun jika kegembiraan itu tidak ditulis dan di-share-kan kepada yang lain, kegembiraan itu hanya akan menjadi milik sendiri… itulah alasan pentinya pelatihan seperti ini,” kata Andri Sulistiyanto, Pemimpin Redaksi Paras, tentang latar belakang pelatihan ini.

Benar, ada banyak kegiatan gereja yang perlu diketahui dan dibagikan sehingga ada semakin banyak umat yang mengetahui dan ingin terlibat. Dengan semakin banyak yang terlibat, gereja akan semakin hidup dan semakin banyak orang yang turut merasakan kegembiraan itu.

“Ke depannya, diharapkan masing-masing seksi dan layanan kategorial atau lingkungan dan wilayah, memiliki seorang komunikator yang mampu menulis dan membagikan berita kegiatan-kegiatan di dalam seksi atau wilayahnya sehingga umat update dengan kegiatan-kegiatan gereja,” tambah Irine, Ketua Komsos Paroki Santo Barnabas.